
MAKALE -- Pengusaha hotel dan penginapan di Tana Toraja (Taror) terancam gulung tikar. Setiap hari, sedikitnya 1.200 kamar hotel dan penginapan kosong. Hal ini terjadi lantaran semakin terpuruknya pariwisata di daerah dataran tinggi tersebut.Bupati Tana Toraja (Tator), J Amping Situru, mengakui hal tersebut. Namun Amping menuding, keterlibatan ini sebagai akumulasi dari berbagai persoalan. "Ini akumulasi dari persoalan yang sudah menglobal di tingkat nasional dan internasional," kata Amping, Jumat 31 Agustus.
Menurut Amping, semua pihak harus bertanggungjawab untuk membangkitkan gairah pariwisata di Toraja. "Kini banyak hotel berbintang di Toraja terancam gulung tikar alias bangkrut," ungkap Amping.
Padahal di era 80-an, jumlah wisatawan asing maupun lokal yang datang ke daerah itu melebihi jumlah penduduk Bumi Lakipapada itu sendiri. "Inikan jelas kejadiannya bukan di Tator, tetapi imbasnya sangat signifikan bagi daerah ini. Untuk Tator, saya jamin dari dulu hingga sekarang tetap kondusif," ucapnya meyakinkan.
Tak hanya itu, Amping juga berkilah tentang pelarangan penerbangan nasional ke Uni Eropa. Larangan ini pun dianggap berdampak langsung terhadap tingkat hunian hotel. Seperti yang dialami Heritage Hotel, di Rantepao.
Akibat pelarangan itu, 600 kamar di Heritage Hotel yang sedianya sudah siap menampung wisatawan dari Eropa ke Tator menjadi kosong. Penyebabnya, para wisatawan dilaporkan membatalkan kunjungannya ke Tator setelah adanya larangan terbang tadi.
Amping memaparkan, saat ini jumlah kunjungan wisatawan ke Tator tersisa lima persen saja. "Kami banyak berharap turis mancanegara yang melancong ke Bali bisa langsung datang ke Tana Toraja. Target kita cukup 10 persen saja, itu sudah cukup untuk membangkitkan kembali gairah pariwisata di daerah ini," harap Amping.
sumber:fajar.co.id
photo by inexography,ImanBalao
Monday, September 3, 2007
Pengusaha Hotel Terancam Gulung Tikar,1.200 Kamar Kosong
Prosesi Adat pada Hari Jadi Tana Toraja

PERINGATAN ke-760 Hari Jadi Kabupaten Tana Toraja yang juga merupakan hari ulang tahun (emas) yang ke-50, diisi pelbagai pentas seni. Salah satu adalah pentas "Marok", sebagaimana tampak dalam puncak acara, Jumat, 31 Agustus.
"Marok" merupakan prosesi adat istimewa sebagai ungkapan suka cita warga Tana Toraja. Ini adalah atraksi budaya terbesar di Bumi Lakipadada yang diperingati setiap tahunnya.
Beberapa peragaan budaya lainnya yang disuguhkan di antaranya tarian massal Pagellu. Kali ini, pesertanya terbanyak sejak ada pementasan Pagellu di Indonesia, yaitu 6.000 siswi SMP dan SMA yang ada di Kabupaten Tator. Ada juga ditampilkan Pasisembak Lidi yang dibawakan anak-anak muda Tator.
Masyarakat Tator sangat antusias mengikuti rangkaian peringatan hari jadi itu. Sejak pagi warga sudah tumpah ruah di lokasi pameran. Mereka berdesakan menyaksikan pagelaran prosesi adat Toraja hingga tuntas.
Acara di Lapangan Kodim 1414 ini dibuka sekitar pukul 08.30 Wita, ditandai dengan defile peserta yang terdiri atas 40 kecamatan. Termasuk juga kantor dinas dan badan. Acara budaya yang tak kalah menariknya adalah pengibaran bendera Tator.
Acara tersebut ditutup dengan pementasan artis ibukota dan lokal yakni Hary Mantong Indonesian Idol. Pementasan ini dilakukan pada malam, termasuk peragaan Musik Etnik Kontemporer.
Ketua Panitia, Y.S Dalipang mengatakan, peringatan HUT Tana Toraja kali ini lebih spesial jika dibandingkan dengan perayaan HUT sebelumnya. Pasalnya, kata Sekkab Tana Toraja ini, selain diisi oleh atraksi "Marok", panitia juga menampilkan pentas seni tari massal dan pawai drum band yang diikuti 30 kelompok.
"Ini memang lebih spesial, karena selain atraksi 'Marok' dan pentas Seni, kami juga menampilkan seni yang selama ini sudah hampir punah. Atraksi ini diperankan oleh masyarakat dari seluruh kecamatan yang ada di Tana Toraja," ujar YS Dalipang.
Bupati Tana Toraja, J Amping Situru menambahkan, Hari Jadi Toraja ini diperingati seluruh masyarakat dengan penuh rasa suka cita. "Namun, bukan berarti kita berhura-hura," tandasnya...
~fajar.co.id~
photoby~inexography
Sunday, May 20, 2007
PNS Toraja Ancam Mogok Kerja
MAKALE -- Pegawai Negeri Sipil (PNS) selingkup Pemkab Toraja mengancam melakukan aksi mogok kerja mulai Senin, 21 Mei. Ini sebagai bentuk keprihatinan mereka atas penahanan Bupati dan Wakil Bupati Toraja, J Amping Situru dan A Palino Popang. Bahkan, aksi mogok telah dilakukan PNS, termasuk para pejabat Pemkab, sejak Rabu, 16 Mei lalu.Memang, sejak Rabu itu, kantor bupati dan unit kerja Pemkab lainnya sepi. Kalaupun ada PNS yang terlihat di kantor-kantor, jumlahnya sangat terbatas. "Sebagian besar PNS mulai mogok kerja. Aksi mogok kerja besar-besaran akan dilakukan Senin nanti," kata seorang PNS di kantor bupati, Rabu lalu.
Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Toraja, Ayub Toding Allo, mengakui, para PNS dan pejabat melakukan mogok kerja, sebagai bentuk keprihatinannya atas penahanan bupati dan wakil bupati. "Kami sebagai bawahan bupati dan wakil bupati prihatin atas musibah yang dialami bupati dan wakilnya. Sebagai bentuk keprihatinan itu, kami akan mogok kerja," katanya.
Berbeda dengan para guru, aktivitas pendidikan di Toraja sejak Rabu lalu itu tetap normal. Proses belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa. Sampai Jumat kemarin, belum diperoleh informasi apakah para guru akan ikut aksi mogok tersebut.
enbee:Sekalian aje masuk penjara cama2.
Saturday, May 12, 2007
Amping Mendadak Dilarikan ke RS.
(Tiga Jam Setelah Konconee Di Tahan)...
Kondisi kesehatan Bupati Tana Toraja, J Amping Situru, dikabarkan menurun drastis setelah mengetahui wakilnya, A Palino Popang dijebloskan ke rumah tahanan (Rutan) Kelas I, Makassar, Rabu 9 Mei, lalu. Hanya berselang tiga jam setelah Popang dirutankan, Amping dilarikan ke RSUD Lakipadada Makale, Rabu malam, pukul 18:00 Wita.Kondisi yang sama dialami CL Palimbong, mantan Wakil Bupati Toraja periode lima tahun lalu. Palimbong yang
juga ditetapkan tersangka kasus dugaan penyalahgunaan APBD Tana Toraja 2003/2004 senilai Rp3,9 miliar itu, bersama Amping mendadak sakit.
Baik Amping dan Palimbong, Kamis kemarin, masih dirawat di rumah sakit. Amping dirawat di ruangan VIP lantai dua kamar 4 RSUD Lakipadada. Sedangkan Palimbong, dirawat inap di ruangan VIP kamar Melati I RS Elim, Rantepao.
Seorang perawat di RS Elim mengaku, Palimbong sudah dua hari dirawat inap. “Ia (Palimbong, Red) dirawat sejak Selasa malam,” katanya, seraya minta namanya tidak dikorankan.
Sejak dirawat di RSUD Lakipadada, kerabat dekat maupun pejabat Pemkab, ramai menjenguk Amping. Bahkan, sejumlah anggota dewan, ikut menjenguk orang nomor satu di daerah bergelar lepongan bulan itu. Di antara anggota dewan yang menjenguk Amping, yakni PS Panggalo SE dan Ir Richard Patta Ranteallo.
Kendati banyak penjenguk, dokter yang merawat bupati Toraja ini melarang tamu masuk ke ruangan perawatan. Para pembesuk hanya terlihat menunggu di luar ruangan. Mereka, di antaranya; Camat Buntao Rantebua, Lince Kondorura; Camat Rantepao, Anton Barrung; Camat Rindingallo, Yulius Tandiseno.
Selama dirawat inap di RSUD Lakipadada, orang dekat bupati mengakui, Amping hanya dijaga istrinya, Ny Edelheid Amping Situru.
Berbeda dengan Amping, CL Palimbong yang telah dua hari dirawat, selama dirawat jarang dijenguk pejabat eksekutif ataupun legislatif. Yang menjenguk Palimbong, hanya kalangan keluarga dekatnya saja.
enn bee:
ko waktu nikmatin duitna ga pada sakit sihh??
Wabup Toraja Shock
Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar kembali menempuh langkah tegas terhadap tersangka korupsi di daerah ini. Kemarin, giliran Wakil Bupati Tana Toraja Andrianus Palino Popang yang dijebloskan ke Rutan Kelas I Makassar.Mengetahui bahwa dirinya resmi ditahan, Popang yang tak lain mantan Sekretaris Kabupaten Tana Toraja ini, langsung shock. Tubuhnya lemas, bahkan nyaris pingsan. Untungnya, petugas kejaksaan bertindak cepat dan segera memeriksa kesehatan orang nomor dua di bumi Lakipadada ini.Setelah kondisinya mulai membaik, Popang di minta oleh tim jaksa untuk segera ke Rutan,tanpa perdebatan yang panjang, Popang pun menuruti perintah para jaksa. Ia langsung meranjak dari ruang Kasi Pidsus Kejari Makassar, Amir Syarifuddin SH. Di ruangan ini, Popang memang sempat menjalani proses kelengkapan administrasi selama kurang lebih tiga jam.
Dengan pengawalan esktra ketat dari petugas Polsekta Makassar Barat, serta beberapa jaksa, Popang berjalan keluar sembari mendekapkan kedua telapak tangannya di dada, layaknya orang yang sedang berdoa.
Sebelum dijebloskan ke rutan, jaksa sebenarnya sudah menanyakan prihal kesehatan tersangka kasus dugaan korupsi APBD Tana Toraja senilai Rp3,9 miliar itu. Hanya saja, Popang menolak diperiksa dokter.
“Tidak perlu. Kondisi saya sudah pulih,” kata Popang yang didampingi penasihat hukumnya, Hasman Usman, SH dan Jhon Paulus, SH.
Tapi mengapa hanya Popang, bukankah Bupati Tana Toraja Amping Situru dan mantan Wabup Toraja CL Palimbong juga menjadi tersangka kasus ini? Menurut Aspidsus, kedua tersangka itu (Amping dan Palimbong) saat ini sedang sakit. Sehingga, berkasnya belum bisa diserahkan ke ke Kejari Makassar bersamaan dengan penyerahan berkas Popang.
Sikap Kejati Sulsel yang cukup kooperatif dengan Amping dan Palimbong, dinilai oleh aktivis antikorupsi, Jusman, SH, sebagai tindakan yang diskriminatif. Apalagi, kata Jusman, Amping dan Palimbong sudah dua kali dipanggil penyidik namun selalu beralasan sakit.
“Tidak ada alasan bagi Kejati Sulsel untuk tidak menahan semua tersangka dalam kasus ini. Jika perlu, jaksa harus melakukan penjemputan paksa di kediaman Amping dan Palimbong di Tana Toraja,” kata Jusman.
een bee:
"Kok baru ingat Tuhan bos??"